tepuk-tepuk tangan
suka suka
tangan di kepala
tangan dipinggang
loncat yang tinggi
satu dua tiga
menirukan burung
terbang di udara

Faiza juga suka dengan lagu ini, Tapi dia juga suka mengarang lagu. Jadi ketika menyanyikan lagu ini, ketika sampai di lirik kepala, dia melanjutkannya dengan lagu karangannya sendiri.
“…suka-suka, tangan di kepala, rambut, hidung, telinga, tangan, mulut,…” dan anggota tubuh yang lainnya.
Kalau kita menyuruhnya menyanyi dengan lagu yang sesuai, dia malah marah. Tidak mau mengikuti lirik lagu yang benar. Faiza malah menyuruh kita untuk mengikuti lirik lagu yang dikarang-karangnya sendiri. Menyuruh kita juga untuk memegang anggota tubuh yang disebutnya.
Duh, anak ini memang menggemaskan sekali. Saya berada di antara ingin menyuruhnya bernyanyi dengan lagu yang sesuai, tetapi merasa lucu juga karena nyanyiannya dan gayanya yang innocent. Dia merasa benar dengan nyanyiannya.
Bukan hanya lagu tepuk tangan ini yang dikarangnya. Semua lagu mengalami aransemen baru bahkan komposisi yang didekonstruksinya sendiri. Di usianya yang beranjak 3 tahun, dengan bahasanya yang masih acak adul, dengan gaya-gerakan tubuhnya menari tarian kanak-kanak, dengan ekspresi wajahnya yang dianggapnya sudah seperti penyanyi profesional, menjadi sangat lucu di mataku. Benar bahwa anak adalah Qurratuaini alias penyejuk mata orang tuanya. Syukur Alhamdulillah… Dalam kesusahan hidup ini, ada hiburan pelipur lara yang paling indah di dunia ini.
Itulah ceriadini. Keceriaan masa dini Faiza dan Alifmousa ku sirnakan segala duka.