Awal tahun 2010 menjadi awal yang berat bagi Faiza. Malam tahun baru tentu saja dia menjalani malam seperti biasanya: tidur pada waktunya.
Tetapi bukan perkara yang mudah memang meninabobokkannya. Sebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah semarak malam tahun baru. Meski sedang berada di Tanjungpandan Belitung, tepatnya di kampung Pangkallalang, banyak juga warga memeriahkan malam penghujung tahun 2009 dengan membakar petasan dan kembang api. Jadilah sulit menidurkannya.Suara-suara mercon yang mampir di telinganya membuatnya sulit tidur dengan nyenyak.
Alhasil, keesokan harinya, Faiza demam. Keceriaannya sejenak redup. Waktu saya
menelponya dia bilang: “Abi…Faiza pusing…demam, Bi…“
Suaranya lirih. Aku sebagai Bapak yang selama ini mendengar cerianya, langsung ikut merasa sedih. Ikut merasa deritanya itu. Bercampur juga dengan perasaan kangen yang luar biasa.

Faiza….semoga cepat sembuh yah? Abi mau dengar lagi ceriamu…
Ya Allah, sembuhkanlah Faiza. Sehatkanlah jiwa dan raganya selalu. Amin Ya Rabb.